TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Lampu ruangan biasanya dihidupkan melalui saklar. Dengan menekannya, lampu di ruangan bisa hidup atau mati. Namun, karya mahasiswa AMIK Tri Dharma Pekanbaru, Oktomi Tamjaya, memberikan cara lain mengontrol lampu ruangan. Bukan dengan saklar, tapi memanfaatkan pesan singkat atau SMS.

“Untuk mengaktifkan atau mematikan lampu, cukup kirim sms. Penghuni rumah meskipun tidak di rumah, tetap bisa kontrol lampu ruangan mereka,” ujarnya, Selasa (4/8/2015).

Tugas akhir mahasiswa program studi Teknik Komputer ini memiliki empat komponen utama. Power supply, rangkaian Max 232, mikrokontroller Arduino dan modem.

Keempat komponen ini, bekerja saling mendukung. Meskipun awalnya dibuat untuk mengontrol ruangan server, namun dalam penggunaan, peralatan yang dihasilnnya memiliki manfaat lebih luas. Salah satunya mengontrol lampu yang ada di ruangan.

Cara kerja alat ini, lanjut Oktomi tergolong sederhana. Perangkat yang telah dihasilkannya harus tersambung dengan listrik. Saat tersambung, sistem perangkat akan standby. Posisi ini, perangkat siap menunggu perintah dari pengguna sistem.

Perintah yang dimaksud adalah sms yang dikirimkan ke modem perangkat langsung dari handphone pengguna. Agar hanya penghuni rumah yang bisa memanfaatkanya, perintah diprogram dengan format yang bisa diatur sendiri.

Agar bisa digunakan oleh penghuni rumah, mereka cukup mengetahui nomor GSM yang digunakan pada modem. Nomor ini menjadi alamat pengiriman sms pengaktifan. Ketika format sms tom1 dikirim, lampu akan langsung hidup. Pada saat bersamaan, modem akan membalas notifikasi menginformasikan bahwa lampu telah menyala.

Begitu juga sebaliknya, saat sms tom0 dikirim, lampu akan padam otomatis dan sms balasan dikirim.
“Modem yang digunakan berfungsi sebagai handphone. Awalnya saya akan menggunakan handphone sebagai alat komunikasi perangkat ini tapi diganti modem Wavecom,” katanya.

kendali-lampu-menggunakan-sms

Mahasiswa AMIK Tri Dharma Oktomi Tamjaya, menunjukan sistem kontrol lampu menggunakan sms karyanya. Memanfaatkan mikrokontroler Arduino dan Modem, Oktomi mengenalkan perangkat yang memungkinkan penghuni rumah mematikan dan menghidupkan lampu dari jarak jauh

Diakui Dosen Pembimbing Oktomi, Haris Tri Saputra, tantangan terbesar bagi mahasiswa membuat perangkat ini adalah keterbatasan bahan di Pekanbaru. Ketersediaannya sangat terbatas sehingga mahasiswa harus membeli ke daerah lain. Umumnya komponen yang ada pada perangkat karya mahasiswa didatangkan dari Yogyakarta dan Surabaya. Perangkat seperti sensor ataupun mikro kontroller masih susah didapatkan.
” Untuk di Riau sangat terbatas. Umumnya mahasiswa mendapatkan secata online,” ujarnya.