PEKANBARU – Selama ini, tugas akhir mahasiswa Teknik identik memerlukan biaya besar. Namun mahasiswa AMIK Tri Dharma, Chrisna Tri Budianto mematahkan hal tersebut. Melalui karya pemberi pakan otomatis yang dirakitnya, mahasiswa angkatan 2012 ini lebih mengoptimalkan bahan daur ulang untuk membuat prototype. Bahan daur ulang ini dimaksimalkan pada bagian pengontrol pakan. Sementara pada sistem kontrol, tetap dibeli.

“Selama ini mahasiswa teknik berpikir tugas akhir itu mahal. Tapi asalkan kreatif bisa mengantisipasinya dengan bahan daur ulang,” katanya.

Bahan daur ulang yang dimanfaatkan diantaranya wadah pakan kedua. Wadah yang menjadi tempat pakan dalam kandang ini memanfaatkan tempurung kelapa yang dibersihkan. Tempurung diikat menggunakan kawat. Corong penyalur pakan memanfaatkan botol minuman mineral bekas. Begitu juga penampung pakan, memanfaatkan wadah yang biasa digunakan di dapur. Untuk sistem kontrol, Chrisna tidak menggunakan acrylic sebagai wadah tempat rakitan. Penggantinya memanfaatkan penutup kaleng biskuit.

Chrisna Tri Budianto berdiri memegang pengatur pakan otomatis yang dibuatnya sebagai tugas akhir. Memanfaatkan mikrokontroler ATMega 8535, mahasiswa Teknik Komputer AMIK Tri Dharma ini juga menggunakan bahan daur ulang.

Chrisna Tri Budianto berdiri memegang pengatur pakan otomatis yang dibuatnya sebagai tugas akhir. Memanfaatkan mikrokontroler ATMega 8535, mahasiswa Teknik Komputer AMIK Tri Dharma ini juga menggunakan bahan daur ulang.

“Kalau ditotal butuh sekitar Rp 500 ribu untuk membuatnya. Kandang yang saya manfaatkan juga kandang kelinci yang muat untuk ayam,” ujarnya.

Bahan utama yang harus dibeli adalah sistem kontrol seperti ATMega 8535, RCT, maupun LCD dan power supply.
Bahan ini pun tergolong mudah didapatkan karena hampir tersedia di toko elektronik.

“Bahan yang agak susah paling servo. Saat musim TA, permintaan motor ini tergolong tinggi,” katanya. (Tribunnews.com-Riz)